| Emotional Spiritual Quotient (ESQ) merupakan kombinasi antara
kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yang sangat penting bagi siswa
dalam menghadapi tekanan akademik, membangun relasi sosial yang sehat, dan
memaknai kehidupan dengan lebih bermakna. Namun, dalam praktik pendidikan
di tingkat menengah, pengembangan ESQ belum mendapatkan perhatian yang
proporsional. Berdasarkan hasil observasi awal di MA Sumbersari Kowang,
ditemukan bahwa sebagian besar siswa kelas X mengalami kesulitan dalam
mengelola emosi dan menunjukkan pemahaman spiritual yang masih terbatas. Hal
ini mendorong dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana self
efficacy dan social support berpengaruh terhadap pengembangan ESQ siswa.
Berdasarkan pada latar belakang masalah, penelitian ini diharapkan
memberikan jawaban terhadap rumusan masalah (1) Bagaimana self efficacy
siswa kelas X MA Sumbersari Kowang? (2) Bagaimana social support siswa
kelas X MA Sumbersari Kowang? (3) Bagaimana emotional spiritual quotient
(ESQ) siswa kelas X MA Sumbersari Kowang? (4) Apakah self efficacy dan social
support berpengaruh terhadap emotional spiritual quotient (ESQ) siswa kelas X
MA Sumbersari Kowang?. Berdasarkan rumusan masalah tersebut, penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi self efficacy, social support dan
emotional spiritual quotient (ESQ) siswa kelas X MA Sumbersari Kowang serta
menguji seberapa besar pengaruh self efficacy dan social support terhadap
emotional spiritual quotient (ESQ) siswa kelas X MA Sumbersari Kowang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post
facto dan teknik analisis uji statistik menggunakan SPSS 21. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di MA Sumbersari Kowang, yang
berjumlah 37 siswa dan dijadikan sebagai sampel menggunakan teknik sampling
jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui angket atau kuesioner yang telah
melalui uji validitas, reliabilitas dan normalitas untuk menguji kelayakannya.
Kemudian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap
variabel terikat akan dianalisis mengunakan uji hipotesis yang mencakup
instrumen self efficacy, social support, dan ESQ yang masing-masing disusun
berdasarkan indikator teoritis yang relevan.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara parsial, self efficacy
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ESQ siswa, demikian pula social
support. Secara simultan, kedua variabel bebas tersebut memberikan kontribusi
yang signifikan terhadap pembentukan ESQ siswa dengan nilai koefisien
determinasi (R²) sebesar 67,7%. Artinya, sebesar 67,7% variasi dalam ESQ siswa
dapat dijelaskan oleh variabel self efficacy dan social support, sedangkan sisanya
viii
32,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Interpretasi nilai R² tersebut tergolong dalam kategori tinggi, yang
mengindikasikan bahwa model penelitian ini memiliki daya prediksi yang kuat.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa self efficacy dan social
support memiliki pengaruh signifikan terhadap emotional spiritual quotient siswa.
Oleh karena itu, diperlukan perhatian dari guru, orang tua, dan lingkungan sekolah
untuk meningkatkan kedua aspek tersebut guna mendukung pengembangan
karakter siswa secara holistik. Penelitian lanjutan disarankan untuk
mengeksplorasi variabel lain yang juga dapat memengaruhi ESQ seperti
religiusitas, resiliensi, atau motivasi intrinsik. |