| Penelitian ini mengangkat isu pendidikan karakter di era digital, di mana
media sosial seperti YouTube berpengaruh besar terhadap perilaku remaja. Gus
Iqdam sebagai pendakwah muda memanfaatkan platform ini dengan gaya santai
dan komunikatif, sehingga menarik perhatian pelajar. Fokus penelitian ini adalah
menelaah bagaimana konten dakwah Gus Iqdam berdampak pada penguatan
karakter sopan santun siswa kelas VII di SMPN 4 Semanding.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana konten
dakwah Gus Iqdam di YouTube? (2) Bagaimana penguatan karakter sopan santun
siswa kelas VII SMPN 4 Semanding? dan (3) Bagaimana dampak konten dakwah
Gus Iqdam terhadap penguatan karakter sopan santun siswa? Tujuan dari penelitian
ini adalah mendeskripsikan konten dakwah Gus Iqdam, bentuk penguatan karakter
sopan santun siswa, serta dampak konten dakwah tersebut dalam membentuk sikap
sopan siswa di sekolah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis
penelitian content analysis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi dengan informan utama meliputi guru PAI, waka
kurikulum, wali kelas, dan siswa kelas VII. Analisis data dilakukan dengan model
Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Validitas data dijaga melalui teknik triangulasi sumber dan metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten dakwah Gus Iqdam berdampak
positif terhadap sikap sopan santun siswa, seperti menghormati guru, berbicara
santun, dan bersikap baik kepada sesama. Gaya penyampaian yang komunikatif dan
relevan dengan kehidupan remaja membuat pesan dakwah mudah diterima dan
memotivasi siswa untuk berakhlak lebih baik.
Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa dakwah digital melalui
YouTube, khususnya oleh tokoh seperti Gus Iqdam, dapat berkontribusi secara
signifikan dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah. Penelitian ini
merekomendasikan agar guru dan orang tua lebih aktif mengarahkan siswa pada
konten dakwah yang edukatif dan mendidik, serta menjadikan dakwah digital
sebagai alternatif pembinaan karakter siswa yang relevan di era modern. |