| Penelitian kualitatif studi kasus ini menganalisis peran ekstrakurikuler
Pramuka dalam membentuk karakter kemandirian dan kepedulian
lingkungan sosial siswa di MI AN NUR ASTANA JENU Tuban. Rumusan
masalah mencakup: (1) Bagaimana peran kegiatan Pramuka dalam
membentuk karakter siswa? (2) Bagaimana perannya dalam membentuk
kemandirian? (3) Bagaimana perannya dalam membentuk kepedulian
lingkungan sosial? Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka
berfungsi sebagai laboratorium karakter yang efektif melalui:
Pembentukan kemandirian dalam tiga dimensi: Emosional:
Pengelolaan frustrasi melalui strategi mandiri (shalat, meditasi, diskusi
dengan pembina). Perilaku: Tanggung jawab individual dalam tugas
navigasi, penyiapan perlengkapan, dan aktivitas lapangan tanpa intervensi
langsung. Nilai: Pengambilan keputusan etis (misal: penolakan bantuan
untuk
menguji
kemampuan
sendiri).
Kepedulian
sosial
lingkungan dimediasi oleh:Simulasi empati (role-play korban bullying).
Aksi nyata (kerja bakti sungai, daur ulang sampah, penanaman pohon).
Keterlibatan komunitas (kunjungan panti jompo) yang memenuhi
kebutuhan aktualisasi diri (teori Maslow).
Keberhasilan program didukung oleh keteladanan pembina (role
model), metode experiential learning (hiking, simulasi), dan keselarasan
dengan filosofi Pramuka (Tri Satya–Dasa Darma). Tantangan meliputi
risiko emotional overload dan ketergantungan pada figur otoritatif.
Simpulan menegaskan Pramuka sebagai platform transformatif yang
mengintegrasikan teori-praktik untuk membentuk agen perubahan mandiri
dan empatik, dengan rekomendasi pengembangan kegiatan inklusif
berbasis safety net psikologis dan sinergi sekolah-keluarga. |