| KSPPS BMT Surya Raharja Palang sebagai lembaga keuangan mikro syariah memiliki
peran penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui
pengembangan produk tabungan pendidikan. Produk ini tidak hanya berfungsi sebagai
instrumen keuangan, tetapi juga sebagai sarana edukasi untuk menanamkan kesadaran akan
pentingnya perencanaan dana pendidikan sejak dini. Namun demikian, dalam pelaksanaannya,
BMT menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi keuangan masyarakat dan keterbatasan
jangkauan informasi keuangan syariah.
Dari uraian latar belakang diatas maka bisa diambil rumusan masalah: (1) Bagaimana
peran BMT dalam pengembangan produk tabungan pendidikan di KSPPS BMT Surya Raharja
Palang? dan (2) Apa saja faktor penghambat dan pendukung dalam pengembangan produk
tabungan pendidikan tersebut? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui Peran
Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) dalam pengembangan produk tabungan pendidikan di BMT
Surya Raharja Palang (2) Untuk Mengertahui faktor penghambat dan pendukung dalam
pengembangan produk tabungan pendidikan di BMT Surya Raharja Palang.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi
lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan
dokumentasi terhadap pengurus, karyawan, dan nasabah BMT. Analisis data dilakukan melalui
proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT berperan aktif dalam mengedukasi
masyarakat melalui pendekatan langsung dan kerja sama dengan lembaga pendidikan. Produk
tabungan pendidikan “Simpatik” yang ditawarkan dirancang fleksibel, sesuai dengan prinsip
syariah, serta disertai insentif seperti hadiah dan beasiswa. Adapun faktor pendukung dalam pengembangan produk ini meliputi pelayanan yang ramah, prinsip keuangan syariah yang kuat,
dan kepercayaan masyarakat. Sementara faktor penghambatnya adalah rendahnya literasi
keuangan, ekonomi keluarga yang tidak stabil, serta keterbatasan sumber daya manusia di
internal BMT.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa BMT tidak hanya berperan sebagai lembaga
keuangan, tetapi juga sebagai agen pemberdayaan sosial yang mendorong terciptanya budaya
menabung untuk pendidikan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi
pengembangan program tabungan pendidikan di lembaga keuangan mikro syariah lainnya. |