| Dalam perbankan keputusan nasabah berperan penting dalam menentukan tingkat
pendapatan yang maksimal dan kinerja suatu lembaga keuangan. Pada periode 2017-2022
Bank Muamalat mengalami beberapa masalah yang dapat mempengaruhi kinerjanya.
Masalah tersebut antara lain, penurunan laba bersih, masalah terkait pembiayaan, dan
kekurangan modal. Maka dari itu instrumen yang tepat untuk mengevaluasi kinerja perbankan
ialah Return on Asset karena dapat mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola
asetnya untuk memperoleh keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan
mengukur pengaruh Cost Income Ratio dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional
terhadap Return On Asset pada Bank Muamalat Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Cost Income Ratio (CIR) dan
Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return On Asset (ROA) pada
Bank Muamalat Indonesia secara parsial maupun simultan. Metode penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive
sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 data dari laporan rasio keuangan triwulan CIR,
BOPO, dan ROA Bank Muamalat Indonesia. Data dikumpulkan dengan pencatatan dokumen,
kemudian dianalisis menggunakan uji analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji
hipotesis dari uji T, uji F, dan uji koefisien determinasi R2 dengan menggunakan SPSS versi
22.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CIR secara parsial tidak berpengaruh dan
tidak signifikan terhadap ROA, dengan nilai t hitung 1.041 < t tabel 2,04523 dan nilai
signifikansi sebesar 0.307 > 0,05. Dan BOPO secara parsial berpengaruh negatif dan
signifikan terhadap ROA, dengan nilai t hitung -11.219 > t tabel 2,04523 dan nilai signifikansi
sebesar 0.000 < 0,05. Sedangkan secara simultan CIR dan BOPO berpengaruh terhadap ROA,
dengan nilai f hitung 64.882, sedangkan nilai f tabel sebesar 3,33. Hal ini berarti f hitung > f
tabel = 64.882 > 3,33 dan nilai signifikansi 0.000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa
variabel CIR dan BOPO secara bersama-sama memiliki pengaruh sebesar 80,3%. Sedangkan
19,7% ROA dipengaruhi variabel lainnya.
Temuan ini memberikan implikasi penting bagi lembaga keuangan khususnya Bank
Muamalat Indonesia untuk merumuskan strategi yang lebih baik dalam mendukung kinerja
dan pengelolaan biaya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti
selanjutnya mengenai rasio rasio biaya dan pendapatan serta faktor faktor yang
mempengaruhinya. |