| Dalam konteks permasalahan global seperti ketidakpastian ekonomi dan ketegangan
geopolitik, Bank Indonesia berupaya menjaga kestabilan ekonomi dengan mempertahankan BI
Rate di angka 6% selama periode 2019-2024. Meskipun kebijakan ini dapat mempengaruhi
pembiayaan, Bank Mega Syariah berhasil mengelola risiko kreditnya dengan baik, tercatat
sebesar 0,91% pada tahun 2021-2024. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan,
bank tersebut mampu menghadapi situasi yang sulit, dengan kenaikan signifikan dari tahun
2020-2021 mencapai 537.707.206.Penelitian ini bertujuan untuk menjawab beberapa rumusan
masalah, yaitu: (1) Bagaimana pengaruh Suku Bunga terhadap ROA di Bank Mega Syariah
Tahun 2017-2024? (2) Bagaimana pengaruh Risiko Kredit terhadap ROA di Bank Mega
Syariah Tahun 2017-2024? (3) Bagaimana pengaruh Suku Bunga dan Risiko Kredit terhadap
ROA di Bank Mega Syariah Tahun 2017-2024? Dengan demikian, penelitian ini bertujuan
untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara suku bunga, risiko
kredit, dan ROA.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif
dengan data sekunder berbasis time series yang diperoleh dari Bank Indonesia dan laporan
keuangan triwulan Bank Mega Syariah dari tahun 2017 hingga 2024. Variabel independen
dalam penelitian ini adalah Suku Bunga dan Risiko Kredit, sedangkan variabel dependen
adalah ROA.Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh Suku Bunga terhadap ROA secara
parsial memiliki t hitung -5,995, yang lebih kecil dari t tabel 2,045, dengan nilai signifikansi
0,000. Demikian pula, pengaruh Risiko Kredit terhadap ROA menunjukkan t hitung -5,474, juga
lebih kecil dari t tabel, dengan signifikansi 0,000. Uji F menunjukkan bahwa pengaruh simultan
Suku Bunga dan Risiko Kredit terhadap ROA signifikan, dengan F hitung 26,324 yang lebih
besar dari F tabel 4,17.Kesimpulannya, kenaikan suku bunga memerlukan pengelolaan risiko
kredit yang baik untuk menjaga aset bank. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan
evaluasi bagi manajemen lembaga dan pemerintah dalam mempertahankan kestabilan ekonomi,
serta menjadi referensi bagi masyarakat dan peneliti lainnya |