| Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengatasi kejenuhan siswa
dalam pengenalan huruf abjad pada proses pembelajaran yang monoton dan
kurang menarik. Sehingga memicu siswa kurang aktif dalam belajar, maka
tingkat percapaian perkembangan pada usia 3-4 tahun juga kurang
berkembang. Hal ini merupakan alasan peneliti mencoba untuk merancang
produk media pembelajaran yang inovatif berupa media kubus huruf abjad.
Media ini menawarkan kesan menarik bagi anak usia dini dengan harapan
dapat menumbuhkan tingkat percapaian perkembangan anak usia dini pada
keaktifannya meningkat dengan baik.
Penelitian ini diharapkan memberikan jawaban terhadap rumusan masalah
(1) Bagaimana tingkat validitas pengembangan media pembelajaran kubus
huruf pada materi pengenalan huruf abjad anak usia dini untuk meningkatkan
keaktifan belajar siswa KB B Al- Ikhlas Grabagan TP 2022/ 2023? (2)
Bagaimana bentuk kepraktisan dari pengembangan media kubus huruf pada
materi pengenalan huruf abjad anak usia dini untuk meningkatkan keaktifan
belajar siswa KB B Al- Ikhlas Grabagan TP 2022/ 2023? (3) Bagaimana
efektifitas pengembangan media kubus huruf pada materi pengenalan huruf
abjad anak usia dini untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa KB B Al-
Ikhlas Grabagan TP 2022/ 2023?. Berdasarkan rumusan masalah tersebut
peneliti bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan tingkat validitas kelayakan
pengembangan media pembelajaran kubus huruf pada materi pengenalan huruf
abjad anak usia dini untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa di KB B Al
Ikhlas Grabagan TP 2022/ 2023. (2) Untuk mendeskripsikan bentuk praktisi
dari pengembangan media pembelajaran kubus huruf pada materi pengenalan
huruf abjad anak usia dini untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa di KB B
Al-Ikhlas Grabagan TP 2022/ 2023. (3) Untuk mendeskripsikan tingkat
efektifitas pengembangan media pembelajaran kubus huruf pada materi
pengenalan huruf abjad anak usia dini untuk meningkatkan keaktifan belajar
siswa di KB B Al-Ikhlas Grabagan TP 2022/ 2023.
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah research and developmen
dengan menggunakan model pengembangan 4-D, namun penulis hanya
melakukan sampai pada tiga tahap yaitu Tahap Pendefisian (define),
perencanaan (design), pengembangan (development). Jenis instrumen
pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi, lembar kepraktisan
(angket respon guru dan peseta didik), dan lembar keefektifan media kubus
huruf untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa mengenal huruf abjad.
viii
Dari penelitian tersebut, (1) Validasi ahli pada media kubus huruf,
hasil validasi ahli materi 92,5% dengan katerogi sangat valid. Sedangkan hasil
validasi ahli media 86% dengan kategori sangat valid. (2) Kepraktisan media
ini ditentukan dari hasil angket respon guru dan angket respon siswa. Hasil
dari angket respon guru menunjukkan hasil kepraktisan sebesar 93,3% dengan
kategori sangat praktis, sedangkan hasil angket respon siswa 93% dengan
kategori sangat praktis. (3) Uji keefektifan menggunakan pengamatan
keaktifan awal dan keaktifan akhir, Berdasarkan nilai hasil lembar
pengamatan memperoleh peningkatan skor sebesar 0,7 dengan kategori tinggi
dari skor rata- rata awal 41,8% meningkat menjadi skor rata- rata akhir 82,5%
dari 12 siswa dengan kategori efektif. Hal ini membuktikan bahwa siswa
mengalami peningkatan setelah dilakukan Uji Normalitas Gain.
Dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Berdasarkan data uji kevalidan,
media kubus huruf pada materi pengenalan huruf abjad memenuhi kategori
sangat valid atau sangat layak. (2) Berdasarkan tingkat kepraktisan, media
kubus huruf praktis digunakan dalam proses pembelajaran. (3) Berdasarkan
keefektifan, media kubus huruf efektif untuk diaplikasikan kepada siswa.
Berdasarkan kesimpulan tersebut saran dari peneliti: (1) bagi pendidik atau
calon pendidik, untuk menunjang proses kegiatan pembelajaran sebaiknya
media didesain, dirancangan, dan dibuat dengan menarik dan inovatif sehingga
siswa dapat lebih aktif. (2) Bagi peneliti selanjutnya, dalam pembuatan media
peembelajaran kubus huruf perlu dilakukan perbaikan seperti pada materi yang
lain, mata pelajaran yang lain, dan diterapkan untuk kelas yang lebih rendah
atau kelas yang lebih tinggi. |